JAKARTA - PT Petrosea Tbk. (PTRO), emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, memperkuat strategi ekspansi bisnisnya melalui akuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana perseroan untuk mengintegrasikan rantai nilai operasional pit-to-port, sekaligus meningkatkan sinergi antar entitas anak di bawah PTRO.
Dengan fokus pada sektor pelabuhan, manajemen menekankan bahwa pengambilalihan ini tidak hanya memperluas portofolio, tetapi juga memperkuat kapasitas layanan terhadap klien industri logistik dan energi.
Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto, menjelaskan bahwa akuisisi ini dilakukan melalui entitas anak tidak langsung milik PTRO.
“Langkah strategis ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kinerja operasional perseroan dan memperkuat integrasi bisnis di sektor kepelabuhanan,” ujar Anto.
Akuisisi PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera
Detail transaksi mencatat PTRO melalui anak usaha PT Petrosindo Sinergi Alur (PSA) membeli 55% saham PT Vista Maritim Asia dari Kastomo sebesar 55% dan 5% dari Jalu Yogo Santoso.
Nilai pembelian saham ini tercatat mencapai Rp550 juta. Sementara itu, PTRO juga mengambil alih 55% saham PT Nusantara Arung Samudera melalui PT Petrosindo Sinergi Samudera, dengan saham dibeli dari Karen Nathani 45% dan Maifian Juni Chandra 10%, senilai Rp550 juta.
Kedua perusahaan bergerak di sektor jasa pelabuhan dan pelayanan kepelabuhanan laut, menjadikan langkah akuisisi ini strategis untuk memperluas cakupan layanan Petrosea sekaligus memastikan keberlanjutan operasi logistik laut.
Manajemen menekankan bahwa integrasi kedua entitas ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem pelabuhan terpadu di bawah naungan PTRO.
Dampak Positif terhadap Kinerja dan Sinergi Operasional
Menurut Anto Broto, aksi korporasi ini diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat sinergi rantai nilai perseroan.
Dengan penguasaan mayoritas saham pada kedua perusahaan, Petrosea dapat mengoptimalkan koordinasi operasional, mulai dari pengelolaan kapal, fasilitas bongkar muat, hingga distribusi logistik secara lebih terintegrasi.
“Pengambilalihan saham VMA dan NAS akan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit-to-port yang mendukung ekspansi usaha perseroan,” jelasnya.
Selain itu, manajemen menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas layanan kepada pelanggan industri pertambangan, energi, dan logistik nasional.
Komposisi Kepemilikan Pasca Akuisisi
Setelah transaksi, struktur kepemilikan PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera menjadi 55% dimiliki oleh entitas anak Petrosea, 31,5% oleh PT Adamas Indonesia Energi, dan 13,5% oleh PT Wisesa Maritim Nusantara.
Struktur kepemilikan ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas entitas serta memaksimalkan pemanfaatan aset dan infrastruktur pelabuhan yang telah ada.
Manajemen menyatakan bahwa melalui kepemilikan mayoritas, Petrosea dapat mengarahkan strategi pengembangan dan investasi kedua perusahaan agar selaras dengan rencana pertumbuhan jangka panjang perseroan. Hal ini juga diharapkan meningkatkan transparansi operasional dan nilai tambah bagi pemegang saham.
Strategi Ekspansi dan Pertumbuhan Jangka Panjang
Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi jangka panjang Petrosea untuk memperkuat kehadiran di sektor jasa pelabuhan nasional.
Perseroan menilai potensi pertumbuhan sektor ini cukup tinggi, mengingat kebutuhan logistik industri energi dan pertambangan yang terus meningkat.
Selain itu, integrasi kedua perusahaan ke dalam jaringan Petrosea juga memungkinkan diversifikasi layanan dan optimalisasi aset yang sudah dimiliki, termasuk kapal, dermaga, dan fasilitas bongkar muat.
Manajemen menegaskan bahwa strategi ekspansi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia jasa logistik terpadu yang kompetitif dan andal.
“Dengan penguatan struktur operasional dan sinergi lintas entitas, kami optimistis kinerja Petrosea akan meningkat dan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan jangka panjang perseroan,” pungkas Anto Broto.