PT SGN MKSO Kebun Dhoho Siapkan Lahan Tebu Mendukung Produksi Gula Nasional

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:39:00 WIB
PT SGN MKSO Kebun Dhoho Siapkan Lahan Tebu Mendukung Produksi Gula Nasional

JAKARTA - PT Sinergi Gula Nasional Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) Tebu Kebun Dhoho di Kediri, Jawa Timur, tengah mematangkan persiapan lahan untuk musim tanam 2026. 

Total areal yang disiapkan mencapai 5.805,59 hektare, yang terbagi dalam dua rayon. Rayon Dhoho I seluas 2.055 hektare berada di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, sementara Rayon Dhoho II seluas 1.295,5 hektare mencakup wilayah Kabupaten Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

General Manager PT SGN MKSO Kebun Dhoho, Juniyanto, menyampaikan bahwa pengecekan lahan dilakukan hampir setiap hari untuk memastikan seluruh program tanaman tebu berjalan dengan baik. “Hampir setiap hari kami cek lahan untuk memastikan program tanaman kami berjalan dengan baik,” ujarnya.

Program pengelolaan tanaman tebu di Kebun Dhoho, kata Juniyanto, saat ini berlangsung lancar dan sesuai target. Hal ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk mendukung swasembada gula nasional, terutama mengingat peran Jawa Timur sebagai daerah penghasil tebu terbesar di Indonesia. 

“Alhamdulillah sejauh ini program berjalan dengan baik,” tambahnya.

Tantangan Musim Tanam dan Produksi Tebu

Meskipun persiapan lahan telah maksimal, Juniyanto menekankan adanya tantangan yang dihadapi pada musim tanam 2026, yaitu anomali cuaca yang tidak menentu. Perubahan iklim yang ekstrem dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman tebu dan potensi hasil produksi. Pihaknya berharap kondisi cuaca tetap bersahabat sehingga produksi tebu selama musim giling bisa optimal.

Sebagai catatan, pada musim tanam 2024-2025, Kebun Dhoho menanam tebu seluas 3.357 hektare dan berhasil menghasilkan 311.151 ton tebu. Dari jumlah tersebut, produksi gula mencapai 26.591 ton. 

Juniyanto belum memberikan bocoran data untuk musim giling 2026, namun pihaknya optimistis hasil produksi tetap dapat mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada gula.

Juniyanto juga memberikan dukungan kepada para petani tebu yang bekerja sama dengan perusahaan. Kolaborasi antara pihak perusahaan dan petani lokal menjadi kunci keberhasilan produksi tebu, termasuk penerapan teknologi pertanian modern dan manajemen pemeliharaan tanaman. 

“Kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat semoga hasil tanaman MKSO Kebun Dhoho tahun ini memuaskan dan ikut menyukseskan program pemerintah pusat swasembada gula nasional,” katanya.

Strategi Pemerintah untuk Swasembada Gula

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada 2026. Target ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat swasembada gula, menekan impor, meningkatkan produktivitas tebu, dan memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Produksi pada 2025 sekitar 2,68 juta ton dan ditargetkan naik menjadi sekitar 3 juta ton pada 2026. Dengan itu, kebutuhan konsumsi nasional gula putih dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri,” kata Mentan.

Salah satu strategi yang diterapkan pemerintah adalah perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional. Sebagian besar, sekitar 70 ribu hektare atau 70 persen, berada di Jawa Timur. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi gula nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan Indonesia. 

“Pemerintah menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional, dengan sekitar 70 ribu hektare atau 70 persen berada di Jawa Timur,” jelas Amran.

Optimalisasi Produksi dan Dukungan Petani

Selain perluasan lahan, optimalisasi produksi menjadi fokus utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada gula. PT SGN MKSO Kebun Dhoho menerapkan sistem pengelolaan terintegrasi yang mencakup pemilihan bibit unggul, perawatan tanaman, hingga monitoring lahan secara rutin. Dengan sistem ini, kualitas tebu yang dihasilkan lebih seragam dan produksi gula bisa lebih maksimal.

Dukungan terhadap petani lokal juga menjadi perhatian utama. Para petani diberikan pelatihan, fasilitas peralatan pertanian modern, serta pendampingan teknis dari tim ahli perusahaan. Hal ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tebu, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar Kebun Dhoho.

Juniyanto menekankan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan petani adalah fondasi bagi keberhasilan produksi tebu. Sinergi ini diharapkan menjaga stabilitas pasokan gula nasional dan mendukung program pemerintah dalam mencapai target swasembada gula.

Harapan dan Prospek Swasembada Gula 2026

Dengan persiapan lahan yang matang dan dukungan dari pemerintah serta petani, PT SGN MKSO Kebun Dhoho optimistis dapat berkontribusi dalam program swasembada gula. Produksi tebu yang stabil akan menjamin pasokan bahan baku gula nasional tetap mencukupi dan mengurangi ketergantungan impor.

Mentan Amran menegaskan bahwa pencapaian target produksi gula 3 juta ton pada 2026 merupakan indikator penting keberhasilan strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi kunci utama untuk mencapai target ini.

Juniyanto menutup pernyataannya dengan optimisme penuh. Ia berharap kondisi tanaman tebu tetap baik meskipun menghadapi tantangan cuaca, sehingga hasil produksi gula dari Kebun Dhoho dapat mendukung swasembada nasional. 

“Kami optimistis dengan produksi tebu yang dihasilkan bisa mendukung program swasembada gula,” pungkasnya.

Terkini