Mengenang 14 Tahun Silam Saat Arsenal Menghancurkan Tottenham Hotspur dengan Skor 5-2

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:31:30 WIB
Mengenang 14 Tahun Silam Saat Arsenal Menghancurkan Tottenham Hotspur dengan Skor 5-2

JAKARTA - Kemenangan dramatis Arsenal atas Tottenham Hotspur dalam Derbi London Utara 14 tahun lalu tetap menjadi momen epik yang terus dikenang oleh para pendukung setia The Gunners.

Pertandingan yang berlangsung pada Minggu 26 Februari 2012 tersebut menyajikan drama luar biasa yang membalikkan keadaan dari posisi tertekan menjadi sebuah pesta gol meriah.

Stadion Emirates menjadi saksi bisu bagaimana mentalitas juara Arsenal diuji habis-habisan oleh rival sekota mereka dalam laga yang penuh gengsi dan tensi sangat tinggi tersebut.

Awal Buruk di Stadion Emirates

Arsenal memulai pertandingan dengan catatan yang kurang meyakinkan setelah mereka harus tertinggal lebih dulu melalui gol cepat yang dicetak oleh Louis Saha pada menit ke 4.

Kondisi semakin memburuk bagi tuan rumah ketika mantan pemain mereka sendiri yakni Emmanuel Adebayor berhasil menggandakan keunggulan Tottenham Hotspur lewat eksekusi penalti pada menit ke 34.

Ketertinggalan dua gol tanpa balas di kandang sendiri membuat atmosfer stadion sempat mendingin karena bayang-bayang kekalahan memalukan membayangi skuat asuhan manajer legendaris Arsene Wenger saat itu.

Momentum Kebangkitan The Gunners

Namun semangat juang para pemain Arsenal tidak padam begitu saja meski mereka berada dalam situasi yang sangat sulit di bawah tekanan pendukung lawan yang mulai bersorak.

Bacary Sagna menjadi pemecah kebuntuan bagi Arsenal setelah sundulan akuratnya pada menit ke 40 berhasil merobek jala gawang yang dikawal ketat oleh penjaga gawang Brad Friedel.

Gol tersebut seakan menjadi bahan bakar baru bagi mesin tempur Arsenal yang kemudian langsung tancap gas untuk terus menggempur pertahanan kokoh yang digalang oleh tim tamu.

Robin van Persie Menyamakan Kedudukan

Hanya berselang tiga menit kemudian tepatnya pada menit ke 43 kapten tim Robin van Persie menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol indah melalui sebuah tendangan melengkung yang mematikan.

Skor imbang 2-2 di akhir babak pertama mengubah dinamika pertandingan secara total dan memberikan kepercayaan diri yang sangat besar bagi para pemain Arsenal sebelum masuk ruang ganti.

Memasuki babak kedua intensitas serangan Arsenal tidak menunjukkan tanda-tanda menurun bahkan mereka semakin beringas dalam mengeksploitasi setiap celah yang ada di lini pertahanan Tottenham Hotspur.

Dominasi Total Babak Kedua

Tomas Rosicky membawa Arsenal berbalik unggul pada menit ke 51 setelah ia berhasil menyontek bola hasil kerja sama apik di depan mulut gawang lawan yang membuat stadion bergemuruh.

Keunggulan tersebut membuat Tottenham Hotspur tampak kehilangan arah permainan sementara Arsenal semakin nyaman mengalirkan bola dari kaki ke kaki untuk mencari peluang menambah pundi-pundi gol mereka.

Theo Walcott kemudian muncul sebagai bintang utama di sisa waktu pertandingan dengan kecepatan larinya yang luar biasa sulit untuk dibendung oleh para pemain bertahan lawan yang sudah mulai kelelahan.

Pesta Gol Theo Walcott

Walcott mencetak dua gol tambahan dalam waktu yang relatif singkat yakni pada menit ke 65 dan menit ke 68 yang sekaligus memastikan kemenangan telak bagi tim Meriam London.

Keberhasilan membalikkan skor dari tertinggal 0-2 menjadi kemenangan 5-2 merupakan salah satu pencapaian paling berkesan dalam sejarah pertemuan kedua tim yang selalu berlangsung dengan sangat sengit.

Hasil ini tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Arsenal dalam persaingan klasemen Liga Inggris tetapi juga memberikan kebanggaan besar bagi seluruh elemen klub di London Utara.

Catatan Sejarah yang Tak Terlupakan

Hingga saat ini momen kebangkitan tersebut sering kali diputar kembali sebagai pengingat bahwa dalam sepak bola segala sesuatu bisa terjadi selama peluit panjang belum ditiup oleh wasit.

Para penggemar Arsenal selalu merayakan tanggal 26 Februari sebagai hari di mana mereka menunjukkan dominasi mutlak atas tetangga mereka dalam sebuah pertandingan yang dianggap sebagai comeback terbaik.

Kemenangan ini juga membuktikan tangan dingin Arsene Wenger dalam memotivasi pemainnya untuk tetap tenang dan fokus meskipun berada dalam situasi tertinggal cukup jauh pada awal laga berlangsung.

Terkini