HARGA SEMBAKO

Strategi Belanja Cerdas Saat Harga Cabai Surabaya Melambung Tinggi

Strategi Belanja Cerdas Saat Harga Cabai Surabaya Melambung Tinggi
Strategi Belanja Cerdas Saat Harga Cabai Surabaya Melambung Tinggi

JAKARTA - Dinamika harga kebutuhan pokok di wilayah Jawa Timur kembali menjadi tantangan bagi manajemen keuangan keluarga. Fluktuasi yang terjadi setiap hari menuntut konsumen untuk lebih adaptif dalam menyusun skala prioritas belanja. Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

Kenaikan pada beberapa komoditas krusial seperti cabai dan gas elpiji mengharuskan warga Surabaya dan sekitarnya untuk memutar otak guna menyeimbangkan neraca dapur. Di sisi lain, penurunan harga pada kelompok protein hewani seperti daging ayam memberikan sedikit ruang bernapas bagi pemenuhan gizi keluarga tanpa harus menguras kantong lebih dalam.

Anomali Harga: Cabai Rawit Kian Pedas, Protein Ayam Melandai

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur pada Sabtu, 14 Februari 2026, terlihat adanya tren kenaikan yang signifikan pada kelompok bumbu dapur. Harga cabai rawit merah kini merangkak naik ke angka Rp 84.282/kg, disusul oleh cabai merah keriting yang berada di level Rp 32.884/kg.

Tidak hanya bumbu dapur, kenaikan juga menyentuh kebutuhan energi dan bahan penunjang. Harga gas elpiji naik Rp 312 atau 1,58%, cabai rawit merah naik Rp 962 atau 1,15%, cabai merah keriting naik Rp 361 atau 1,11%, serta minyak goreng kemasan sederhana yang mengalami kenaikan Rp 203 atau 1,16%.

Sebaliknya, kabar baik datang bagi konsumen daging. Harga daging ayam ras turun Rp 522 atau 1,32%, daging ayam kampung turun Rp 2.916 atau 4,19%, dan telur ayam kampung mengalami penurunan paling tajam yakni sebesar Rp 2.031 atau 4,36%. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga untuk mengalihkan alokasi belanja dari bumbu ke sumber protein yang sedang ekonomis.

Rincian Daftar Harga Bahan Pokok Jawa Timur Terkini

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Berikut adalah daftar harga rata-rata di wilayah Jawa Timur untuk memudahkan perencanaan belanja Anda:

Beras Premium: Rp 14.836/kg

Beras Medium: Rp 12.878/kg

Gula kristal putih: Rp 16.422/kg

Minyak goreng curah: Rp 18.877/kg

Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.521/liter

Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.695/liter

Minyak goreng Minyakita: Rp 16.064/liter

Daging sapi paha belakang: Rp 119.147/kg

Daging ayam ras: Rp 39.080/kg

Daging ayam kampung: Rp 66.634/kg

Telur ayam ras: Rp 29.223/kg

Telur ayam kampung: Rp 44.513/kg

Bawang merah: Rp 36.006/kg

Bawang putih: Rp 31.969/kg

Gas elpiji: Rp 20.060

Memahami Akar Perubahan Harga di Tingkat Pasar

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako di pasar lokal.

Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun. Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga, terutama pada komoditas seperti cabai.

Selain itu, kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak. Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja juga dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang kemudian mempengaruhi harga eceran. Faktor eksternal seperti fluktuasi nilai tukar mata uang, inflasi yang tinggi, hingga masalah rantai distribusi seperti kemacetan logistik, turut memperparah situasi dan menyebabkan pasokan berkurang sehingga harga melonjak.

Pentingnya Pengawasan dan Kebijakan yang Tepat

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako yang sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Hal ini sejalan dengan langkah antisipatif yang sering dilakukan otoritas setempat, seperti rencana Pemkab Sidoarjo yang menyiapkan Gerakan Pangan Murah serta Operasi Pasar menjelang Ramadan untuk menekan laju kenaikan harga.

Perlu diingat bahwa harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar tergantung pada efisiensi rantai pasok lokal masing-masing. Dengan memahami pergerakan harga ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengatur konsumsi harian agar gizi keluarga tetap terpenuhi tanpa mengganggu kesehatan finansial rumah tangga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index