JAKARTA - Ramadhan selalu identik dengan peningkatan kualitas ibadah.
Di bulan yang penuh keberkahan ini, setiap amal kebaikan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Salah satu amalan yang dianjurkan dan memiliki keutamaan besar adalah sedekah, khususnya sedekah yang dilakukan pada waktu subuh.
Momentum dini hari tersebut dipercaya sebagai waktu yang istimewa untuk memulai hari dengan kebaikan sekaligus membuka pintu rezeki.
Bulan suci Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga momen emas untuk memperbanyak amalan kebajikan, termasuk sedekah.
Satu di antara sedekah yang dianjurkan yaitu sedekah yang dilakukan pada waktu subuh, sedekah subuh di Bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar sesuai dengan ajaran Islam.
Dilansir Badan Amil Zakat Nasional, waktu subuh memiliki keutamaan khusus karena sejalan dengan saat doa menjadi mustajab dan ketika para malaikat turun ke bumi untuk mencatat setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh hamba Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah berlalu suatu pagi kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari mereka berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang bersedekah,’ dan yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, binasakanlah harta orang yang menahan hartanya (tidak mau bersedekah).” (HR. Bukhari & Muslim).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa sedekah subuh di Ramadhan tidak hanya sebagai bentuk berbagi, melainkan juga kunci untuk membuka rezeki. Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk memperbanyak sedekah pada waktu subuh di bulan suci tersebut.
Keutamaan Sedekah Subuh di Bulan Ramadhan
Manfaat sedekah subuh yang sangat berharga untuk tidak dilewatkan:
1. Didukung Doa Malaikat
Sedekah subuh mendapatkan keutamaan khusus karena dua malaikat datang untuk mendoakan pemberi dan penerima. Di Bulan Ramadhan, waktu sahur juga menjadi momen mustajab berdoa. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Saba’ ayat 39:
قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Qul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyāu min 'ibādihī wa yaqdiru lah, wa mā anfaqtum min syaiin fa huwa yukhlifuh, wa huwa khairur-rāziqīn
Artinya : “Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”
2. Harta Menjadi Berkah
Harta yang kita miliki memiliki hak bagi saudara yang membutuhkan. Sedekah subuh membuat harta menjadi berkah, membantu menyelesaikan kesulitan orang lain. Sedekah dilakukan dengan ikhlas agar amalan diterima, dan awali hari dengan kebaikan untuk mendapatkan kedamaian hati serta pembukaan rezeki.
3. Permintaan akan Dikabulkan
Waktu subuh adalah saat malaikat turun untuk mengabulkan permintaan hamba. Oleh karena itu, disarankan untuk memperbanyak amalan baik seperti sedekah, sekaligus tidak melewatkan shalat subuh.
4. Mendekatkan pada Pintu Surga
Sedekah berperan sebagai “anak tangga” yang mendekatkan diri kita pada surga. Di bulan Ramadhan, pahala menjadi lebih berkali lipat, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 261:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١
Matsalulladzîna yunfiqûna amwâlahum fî sabîlillâhi kamatsali ḫabbatin ambatat sab‘a sanâbila fî kulli sumbulatim mi’atu ḫabbah, wallâhu yudlâ‘ifu limay yasyâ’, wallâhu wâsi‘un ‘alîm
Artinya : “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
5. Didoakan Orang Sekitar
Sedekah yang diberikan dengan tulus akan menyentuh hati penerima, sehingga mereka akan mendoakan kita untuk selalu sehat, bahagia, dan terhindar dari kesulitan. Ini merupakan salah satu karunia Allah yang berharga.
Tata Cara Sedekah Subuh
Agar sedekah subuh dilakukan dengan benar dan sesuai tuntunan, berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan:
1. Mengucap Niat Sedekah Subuh
Niat diucapkan dalam hati sebelum melakukan sedekah, bisa dengan bahasa Arab atau bahasa daerah asal kita. Berikut bentuknya:
Niat dalam Bahasa Arab
نَوَيْتُ أَنْ أَصْدُقَ فِي سُبْحٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى
Nawaitu an asduqa fii subhin fii sabiili Llaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niatkan untuk bersedekah pada waktu subuh di jalan Allah Ta’ala.”
Jika tidak bisa membaca bahasa Arab, niat bisa diucapkan dalam bahasa yang dipahami sendiri, contohnya:
“Ya Allah, aku niatkan untuk bersedekah subuh di jalan-Mu. Semoga sedekah ini diterima dan menjadi berkah buat aku dan yang menerima.”
2. Siapkan Segala Sesuatu Sebelum Subuh
Siapkan uang atau barang sedekah (seperti makanan, minuman, atau kebutuhan dasar) malam harinya. Bisa juga siapkan kantong atau wadah khusus buat sedekah agar tidak terburu-buru ketika waktu subuh tiba.
3. Pastikan Waktu yang Tepat
Lakukan sedekah setelah waktu subuh dimulai, bisa saat sholat subuh selesai atau ketika azan subuh sudah terdengar. Di bulan Ramadhan, disarankan juga ikut meramaikan waktu sahur.
4. Berikan dengan Cara yang Benar
Berikan sedekah dengan hati yang ikhlas, jangan tunjukkan atau menyombongkan diri. Bisa diberikan secara langsung atau melalui pihak yang dipercaya, selama tetap tulus dan tidak ada pamrih.
5. Pilih Penerima yang Sesuai
Berikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan, seperti keluarga yang kesusahan, anak yatim, atau saudara sekitar yang kekurangan. Jangan lupa saling membantu antar saudara.
6. Lakukan dengan Ikhlas
Pastikan niat bersedekah hanya karena ingin berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan ada pamrih lain seperti mencari pujian atau menunjukkan diri.
Melalui sedekah subuh di bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya berbagi rezeki, tetapi juga menanam benih keberkahan untuk kehidupan dunia dan akhirat. Dengan niat yang lurus dan pelaksanaan yang benar, amalan sederhana ini dapat menjadi pembuka pintu kebaikan yang luas.