Harga Pangan

Harga Pangan Nasional Senin 23 Februari 2026 Naik Turun Beragam Komoditas

Harga Pangan Nasional Senin 23 Februari 2026 Naik Turun Beragam Komoditas
Harga Pangan Nasional Senin 23 Februari 2026 Naik Turun Beragam Komoditas

JAKARTA - Pergerakan harga pangan nasional pada Senin, 23 Februari 2026 menunjukkan dinamika yang beragam.

Beberapa komoditas mengalami kenaikan signifikan, seperti telur ayam dan cabai rawit, sementara harga beras relatif stabil. Fenomena ini mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan di pasar nasional, sekaligus menyoroti pengaruh kebijakan dan musim terhadap harga pangan.

Data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 10.01 WIB menunjukkan stabilitas harga beras SPHP di tingkat konsumen, sedangkan harga protein hewani dan sayuran menunjukkan tren naik-turun yang bervariasi.

Stabilitas Beras dan Variasi Jenis

Harga beras SPHP Bulog tercatat Rp12.401 per kilogram, tetap stabil di level nasional. HET nasional untuk SPHP ditetapkan Rp12.500–Rp13.500 per kilogram, sehingga pasokan dan harga beras terjaga.

Sementara itu, beras medium non-SPHP berada di Rp13.852 per kilogram, sedangkan beras medium rata-rata mencapai Rp13.256 per kilogram. Beras khusus lokal berada di level Rp15.694 per kilogram, dan beras premium rata-rata Rp15.467 per kilogram.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meski harga beras relatif stabil, variasi kualitas dan jenis tetap memengaruhi harga di tingkat konsumen. Stabilitas ini penting untuk menjaga ketahanan pangan dan mencegah lonjakan harga secara mendadak.

Telur dan Daging Ayam Mulai Merangkak

Harga rata-rata telur ayam ras meningkat tipis 2,69% dari HAP nasional Rp30.000/kg, menjadi Rp30.807/kg. Kenaikan ini dipicu permintaan pasar yang tinggi menjelang kegiatan konsumsi rumah tangga dan perdagangan lokal.

Daging ayam ras mengalami kenaikan 0,72% dari HAP nasional Rp40.000/kg, mencapai Rp40.286/kg. Sementara itu, daging sapi murni turun 0,88% dari HAP Rp140.000/kg, menjadi Rp138.768/kg, menunjukkan adanya penyesuaian pasokan terhadap permintaan.

Harga protein hewani lain seperti daging kerbau segar lokal Rp144.038/kg dan daging kerbau beku impor Rp111.179/kg menunjukkan pergerakan yang relatif stabil.

Fluktuasi Harga Cabai dan Bawang

Harga cabai mengalami pergerakan yang lebih signifikan. Cabai rawit merah mencapai Rp76.402/kg, melampaui HAP nasional Rp40.000–Rp57.000/kg, sedangkan cabai merah keriting turun menjadi Rp44.039/kg dari HAP Rp37.000–Rp55.000/kg. Cabai merah besar berada di level Rp40.227/kg.

Bawang merah rata-rata Rp40.075/kg, masih dalam rentang HAP nasional Rp36.500–Rp41.500/kg, sementara bawang putih bonggol turun 5,35% menjadi Rp37.862/kg dari HAP Rp38.000–Rp40.000/kg.

Pergerakan harga ini mencerminkan pasokan lokal, biaya distribusi, dan faktor musiman yang memengaruhi ketersediaan komoditas.

Minyak, Gula, Tepung, dan Jagung

Harga rata-rata minyak goreng kemasan tercatat Rp20.824/liter, dan minyak goreng curah Rp17.660/liter, sedangkan Minyakita berada di Rp16.827/liter, masih di atas HET Rp15.700/liter.

Harga gula konsumsi Rp18.106/kg dan garam konsumsi Rp11.286/kg menunjukkan stabilitas relatif, sementara tepung terigu kemasan Rp12.652/kg dan tepung terigu curah Rp9.485/kg menandakan pergerakan harga yang moderat.

Harga jagung pakan peternak naik 13,79% menjadi Rp6.600/kg, dari HAP nasional Rp5.800/kg, sementara kedelai biji kering impor turun menjadi Rp10.698/kg dari HAP nasional Rp12.000/kg, memperlihatkan pergerakan harga yang dipengaruhi impor dan pasokan domestik.

Implikasi Fluktuasi Harga dan Konsumsi

Fluktuasi harga pangan memengaruhi daya beli masyarakat dan strategi distribusi pedagang. Kenaikan telur, cabai rawit, dan jagung menunjukkan tekanan pasokan, sedangkan stabilitas beras dan daging sapi menandakan keberhasilan pengaturan distribusi oleh pemerintah.

Kondisi ini mengingatkan pentingnya monitoring harga harian, kebijakan HET, dan pengaturan pasokan lokal maupun impor. Bagi konsumen, penyesuaian pengeluaran harian menjadi kunci, sedangkan pedagang perlu strategi stok untuk menghindari kerugian akibat fluktuasi harga mendadak.

Bapanas merekomendasikan masyarakat untuk terus mengikuti informasi harga pangan harian, sehingga pemanfaatan anggaran dan konsumsi tetap efisien, terutama menjelang bulan Ramadan dan periode permintaan tinggi lainnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index